Green House adalah konsep yang belakangan ini sering kita dengar. Mungkin banyak diantara readers yang bertanya apaan sih Green House ? Eits tapi bukan rumah hijau untuk pertanian atau tanaman hias ya !

Lewat artikel ini mimin coba bantu terangkan ya.

 

Green House adalah konsep hunian atau bangunan yang ramah lingkungan lewat penggunaan material yang tidak merusak alam, baik untuk pembuatan maupun pemusnahannya di kemudian hari, serta pemanfaatan dari hunian atau bangunan yang hemat energi dan tidak merusak ekosistem. Ini semua berlandaskan pada kesadaran manusia akan masa depan bumi untuk anak cucu dan keturunan kita semua.

 

Bayangkan kalau kita tidak mulai dari sekarang untuk peduli akan masa depan bumi kita, bagaimana dampaknya buat anak cucu kita. Dampak dari eksploitasi bumi dan sumber daya alamnya telah menyebabkan beberapa hal seperti global warming, punahnya beberapa spesies, peningkatan polusi dan sebagainya. Apabila tidak ada tindakan yang kita lakukan untuk membalikkan trend yang terjadi maka kerusakan bumi akan semakin parah.

 

Untuk pembangunan perumahan, gedung bertingkat, prasarana dan sarana tentunya menggunakan material yang diambil dari alam. Beberapa material yang tersedia di alam bebas adalah material yang terbatas jumlahnya dan tidak dapat diperbaharui. Contohnya adalah batu marmer yang banyak dipakai sebagai penutup lantai dan dinding di rumah mewah dan hotel bintang. Batu marmer ditambang di bukit batu basalt atau vulkanik yang jumlahnya terbatas dan butuh waktu ribuan tahun untuk pembentukannya, ini juga yang membuat harga marmer begitu mahal. Di samping itu material seperti kayu juga tersedia dalam jumlah yang terbatas dan butuh waktu lama untuk dapat diregenerasi. Contohnya pohon kayu jati butuh waktu sampai dengan tiga puluh tahun untuk dapat ditebang dan dimanfaatkan batang pohonnya. Di samping itu pemanfaatan material yang didapat di alam bebas tentunya mempunyai dampak lingkungan. Seperti kita ketahui pembalakan hutan secara besar-besaran untuk diambil kayunya menyebabkan rusaknya ekosistem dan punahnya beberapa spesies hewan maupun tanaman. Selain itu tentunya menyebabkan erosi tanah dan hilangnya fungsi hutan sebagai penyerap zat karbon-dioksida. Untuk hal ini maka perlu digunakan material yang ramah lingkungan seperti penggunaan kusen dan pintu yang berbahan dasar aluminium atau galvanile. Material tersebut tersedia dalam jumlah besar di bumi selain itu lebih mudah untuk didaur ulang untuk penggunaan kedepannya.

 

Green Sentosa Asri

Karena itu juga rumah yang dibangun oleh PT Sakura Sejahtera telah meninggalkan kusen kayu yang digantikan dengan kusen galvanile / aluminium. Pintunya pun menggunakan bahan kayu recycle. Untuk rangka atap pun kami menggunakan bahan galvalume.

 

Cluster Pandawa – Green Babelan Asri

Lebih lanjut beberapa material yang didapat di alam bebas memiliki dampak buat kesehatan juga tanpa disadari oleh penggunanya. Contohnya penutup atap asbes yang terbuat dari mineral asbestos. Di beberapa negara maju material asbestos telah dilarang karena ditemukan mengandung senyawa yang dapat memicu berkembangnya sel kanker apabila dihirup dalam jangka panjang. Untuk mengatasi hal ini maka perlu untuk menggunakan material pengganti yang tentunya lebih sehat dan tidak berdampak bagi kesehatan seperti genteng beton atau genteng keramik, seperti yang digunakan oleh PT Sakura Sejahtera di setiap produknya.

 

Lanjut lagi,  mungkin banyak dari readers yang belum mengetahui bahaya dari gas yang disebabkan oleh pembakaran fosil, seperti batu bara, untuk menyuplai listrik rumah tangga. Di beberapa negara maju pembakaran fosil batu bara untuk keperluan pembangkit listrik telah dilarang karena dianggap tidak ramah lingkungan dan menyebabkan naiknya kadar karbondioksida di bumi. Beberapa negara maju juga telah beralih menggunakan sumber energi ramah lingkungan seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Tentunya teknologinya saat ini masih cukup mahal dan rumit untuk diaplikasikan di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, tentunya tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya kita pun akan beralih ke sana.

 

Oke readers, hal hal tersebut diatas adalah beberapa kajian mengenai penggunaan material yang dapat merusak alam. Harapannya readers dapat sedikit paham mengenai apa itu konsep green house. Jadi sekali lagi untuk simpelnya, Green House adalah konsep hunian yang ramah lingkungan, baik dari pembangunan maupun pemanfaatannya. Tentunya konsep ini sangat idealis dan untuk mencapai pada tahap tersebut tentunya berbiaya yang tidak sedikit dan perlu upaya lebih, hehehe. Mungkin kalau sekarang kita bisa mulai dengan membeli rumah yang ramah lingkungan seperti di salah satu project PT Sakura Sejahtera, hehehe. Di samping itu kita bisa mulai dengan menggunakan peralatan rumah tangga yang hemat energi, melakukan daur ulang semaksimal mungkin. Mari kita cobaaaa 😀

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.