6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

Halo gaes, balik lagi nih sama mimin. Diantara sahabat sakura ada yang mau mengajukan pembelian rumah dengan sistem KPR dalam waktu dekat ini ? sudah tau belum apa saja yang harus disiapkan sebelum mengajukan KPR ? Jangan sampai kita lalai dan tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum mengajukan KPR ya, bisa-bisa malah menjadi boomerang untuk diri kita sendiri, lho !

Nah, mimin mau berbagi informasi menganai hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan sebelum mengajukan pembelian rumah dengan sistem KPR nih, yuk kita simak artikelnya. Cekidooott !

 

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

  • Suku Bunga

Saat membeli rumah dengan sistem kredit / KPR pasti akan ada suku bunga ya gaes, nah sebelum kalian memutuskan untuk membeli rumah impian kalian, pastikan besaran suku bunga yang ditawarkan baik oleh pihak developer maupun oleh pihak bank. Semakin lama sebuah tenor dipilih, semakin besar pula beban suku bunga yang di dapat, begitu juga sebaliknya.

Jangan lupa untuk mencari tau bank yang akan kalian pilih sebagai pihak penyedia layanan KPR, dalam hal ini adalah bank konvensional atau bank syariah. Kedua jenis bank ini masih mengenakan suku bunga pada setiap pembiayaan KPR, yang membedakan adalah besaran suku bunga yang ditawarkan. Suku bunga yang ditawarkan oleh pihak bank syariah biasanya lebih besar, namun cicilannya bisa flat (sama besarannya) sampai dengan lunas. Sebaliknya, bank konvensional memiliki suku bunga untuk rumah komersil yang bersifat fluktuatif, atau tidak tetap. Menariknya, cicilan KPR di bank konvensional akan ikut turun jika suku bunga di sebuah negara juga mengalami penurunan.

Lihat juga : Suku Bunga mulai dari 1,26% !!

 

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

  • Plafon Kredit & Tenor

Plafon kredit adalah sebutan lain untuk biaya kredit yang diberikan oleh pihak bank dan memiliki batasan maksimal dana yang bisa disetujui. Singkatnya plafon kredit adalah limit pembiayaan (maksimal) dalam pembelian rumah dengan sistem KPR.

Sering ditemukan plafon kredit yang tidak sesuai, dalam hal ini adalahnya turun plafon, yang artinya bank hanya bisa mengabulkan limit plafon dalam jumlah tertentu saja atau tidak full. Penyebab dari turun plafon biasanya adalah karena kurangnya pendapatan pemohon atau karena adanya pinjaman di tempat yang lain dan belum lunas.

Tenor adalah masa pembayaran kredit, pihak bank biasanya menyediakan tenor cicilan mulai 15 sampai 20 tahun, tapi dalam beberapa kasus tenor ini bisa lebih pendek, atau bahkan bisa lebih panjang.

Baca Juga : Apa itu BI Checking !!

 

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

  • Reputasi Developer & Bank

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah dengan sistem KPR, pastikan developer dan bank yang kita pilih memiliki reputasi yang baik.

Jangan sampai salah memilih developer, karena membeli rumah dengan sistem KPR berarti juga sebuah komitmen. KPR biasanya memiliki tenor yang panjang. Jadi pertimbangkan matang-matang ya dalam memilih developer perumahan maupun bank sebagai penyedia fasilitas KPR.

 

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

  • Kemampuan mengangsur

Saat kita akan membeli rumah, developer pasti akan memberikan pricelist, di dalam pricelist ini tersedia harga rumah, plafon kredit, estimasi bunga, besaran cicilan, dll.

Pastikan cicilan yang nantinya akan kita bayar sudah sesuai dengan kemampuan kita saat ini, karena pihak bank akan menolak pengajuan KPR jika tidak sesuai dengan kemampuan bayar. Seperti contoh : satu kali cicilan idealnya adalah sepertiga dari pendapatan yang saat ini kita miliki. Jadi jangan mengajukan di atas jumlah tersebut ya, bisa-bisa bank menolak pengajuan KPR kita dengan alasan pendapatan tidak mencukupi. Lho !

 

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

  • Syarat-syarat

Karena cicilan rumah adalah hal yang dilakukan dalam waktu yang panjang, dibutuhkan beberapa berkas yang tujuannya utuk meyakinkan pihak bank bahwa kita bisa diberikan fasilitas KPR. Biasanya, pengajuan KPR memerlukan syarat berkas seperti KTP, NPWP, Slip gaji, Surat keterangan bekerja, dan juga Rekening koran. Hal ini dibutuhkan untuk penilaian apakah kondisi keuangan kita dalam keadaan yang baik atau bahkan sebaliknya.

Selain beberapa syarat di atas. Bank akan melakukan pengecekkan hasil BI atau BI Checking. Di dalam berkas BI Checking ini akan dinilai score kredit seseorang. BI Checking berisi history kredit seseorang, pemberi fasilitas kredit, total tenor, dan lain-lain. Jadi, bagi yang memiliki cicilan jangan sampai terlambat bayar ya, karena hal ini juga dinilai oleh pihak bank.

 

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

  • Biaya-biaya

Dalam pengajuan KPR ada beberapa biaya yang harus dibayarkan seperti, biaya provisi, biaya administrasi, biaya notaris/PPAT, biaya pengecekan sertifikat, biaya pengikatan jaminan, biaya asuransi jiwa kredit, dan biaya kerugian kredit.

Biaya-biaya tersebut tidak bisa dipastikan totalnya, cari tahu mengenai biaya-biaya tersebut sebelum mengajukan pembelian rumah dengan sistem KPR ya.

Di Sakura Sejahtera sendiri, kami menyediakan kemudahan KPR yang pastinya menguntungkan bagi para calon pembeli. Calon pembeli tidak perlu ribet-ribet mengurus pengajuannya, hanya perlu duduk manis dan menunggu prosesnya selesai hingga keluar keputusan dari pihak bank. selain itu ada banyak bonus juga lho ! contohnya seperti bebas biaya-biaya KPR hingga 10 juta, diskon DP hingga 10 juta, gratis PDAM, gratis smarthome system, daaaan masih banyak bonus lainnya juga !

Eh kok mimin jadi promo sih, gapapa ya gaes 😀

Nah, itu lah beberapa poin yang menurut mimin perlu diperhatikan sebelum mengajukan pembelian rumah dengan sistem KPR, semoga bermanfaat ya. Tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku dan jauhi kerumunan. Stay safe everyone ! J

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.